Ayo, Kita Budayakan Membaca!

By Redaksi 17 Mei 2018, 00:21:20 WIB | dibaca: 155

Ayo, Kita Budayakan Membaca!




BOGORnews.com ::: Membaca merupakan salah satu hal yang dapat mencerdaskan otak kita. Membuka pengetahuan seluas-luasnya, bahkan dapat membawa kita berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Lewat kalimat dekripsi yang tergambar dengan jelas, atau lewat narasi yang tertulis dengan detail.

Banyak hal positif yang dapat kita peroleh dari membaca. Membuat kita lebih paham bahwa dunia ini ternyata begitu indah, kompleks, dan beragam dari pada yang kita bayangkan.

Oleh karena itu, orang yang gemar membaca cenderung memiliki pemikiran yang terbuka, kaya akan pengetahuan, dan lebih toleransi terhadap berbagai hal.

Namun sayangnya, bagi sebagian orang Indonesia, membaca adalah kegiatan yang melelahkan, cenderung membosankan, atau menjemukkan. Hingga tak sedikit orang yang beranggapan lebih baik melihat konten visual dibandingkan membaca teks.

Berbeda dengan teman-teman di belahan negara lain seperti Cina, Jepang, dan Amerika yang beranggapan bahwa membaca adalah suatu hal yang mengasyikkan, membuat candu dan bahkan suatu keharusan.

Mengapa itu bisa terjadi? Mengapa terdapat perbedaan cara pandang mengenai kegiatan membaca di antara orang Indonesia dengan negara maju lainnya?

Jawabannya terletak pada kebiasaan; anak-anak di Jepang, Amerika atau Inggris sudah terbiasa hidup di lingkungan yang gemar membaca, mereka terbiasa melihat orang-orang di sekitarnya membolak-balikkan buku yang berbeda tiap harinya, mereka terbiasa mendengarkan orang-orang di sekitarnya bercerita tentang buku yang sedang mereka baca, sampai pada akhirnya mereka pun turut terbiasa akrab dengan buku dan membaca menjadi salah satu kegemarannya.

Berbeda dengan anak-anak di Indonesia, mayoritas dari mereka hidup di lingkungan yang kurang gemar membaca. Mereka tidak terbiasa akrab dengan buku. Dan tidak sedikit dari mereka yang tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak memprioritaskan kegiatan membeli buku sebagai suatu keharusan.

Tidak mengherankan memang jika hal itu terjadi. Itu karena kebanyakan dari kita masih merasa, harga buku terlalu mahal. Dapat makan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga saja sudah bersyukur, dapat membeli buku adalah suatu bonus.

Namun, terlepas dari itu semua, masih kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menanamkan budaya membaca lewat hal-hal kecil yang harus diperhatikan.

Seperti membaca petunjuk pemasangan mainan contohnya. Kebanyakan orang tua atau orang dewasa di Indonesia cenderung melewatkan bagian membaca petunjuk pemasangan mainan tersebut. Mereka membiarkan anak-anaknya langsung membongkar dan mencoba langsung mainannya, berbeda dengan orang tua di Eropa.

Seperti kata Martinus Herlinsen, pemilik percetakan PT. Pacesetter Indonesia, “Tingkatkan minat baca mulai dari SD dan TK. Mudahnya, ajarkan mereka membaca petunjuk manual pemasangan mainannya, seperti anak-anak di Eropa dan Amerika. Bukan hanya membiarkan mereka langsung membongkar dan mencoba sendiri tanpa membaca petunjuknya. Membaca petunjuk pemasangan dapat mengajarkan kebiasaan membaca bagi anak,”

Kegemaran membaca harus ditingkatkan sedini mungkin. Agar tingkat melek literasi di Indonesia bertambah, seiring dengan tingkat minat baca Indonesia yang berkembang.

Seperti halnya yang dilakukan oleh para orang tua yang tinggal di negara maju. Mereka sudah tanamkan kebiasaan membaca ke anak-anaknya. Rare Daxza, yang sempat tinggal di China berkata, “Mereka (orang tua) mendidik anaknya untuk menjadi pintar, salah satu caranya lewat membiasakan anak-anaknya membaca,”

Dari pernyataan Rare, tidak mengherankan mengapa China bisa tumbuh menjadi negara maju. Mereka menanamkan kebiasaan baik yang dampaknya besar dari sebelia mungkin.

Tentunya kebiasaan bagus tersebut patut kita contoh untuk meningkatkan kesadaran pentingnya membaca bagi anak-anak. Tidak perlu terlalu memaksa anak-anak untuk langsung suka membaca. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil yang merangsang ketertarikan anak membaca. Seperti apa yang dicontohkan oleh Haina untuk mengajak cucunya, Brian, gemar membaca sampai saat ini.

“Cara Nenek membuat aku jadi suka baca waktu kecil itu efektif banget ya. Dia suka kasih aku kado buku. Kayak kamus bergambar, ensiklopedia dan buku cerita. Lalu saat sudah SMP dia kasih aku buku bacaan yang lebih mendalam seperti buku tentang laut.” Kata Brian Hikari, jurnalis di kumparan.com

Cara yang dilakukan oleh neneknya Brian itu termasuk salah satu cara yang bisa kita contoh. Sederhana namun cukup efektif, karena tentu saja anak kecil sangat suka apabila diberi hadiah. Menyenangkan anak dengan hadiah, juga sekaligus mengajak anak untuk membaca lewat buku-buku cerita yang diberikan.

Lalu, apakah teman-teman siap untuk meningkatkan minat baca di Indonesia lewat hal-hal kecil yang bisa kita tanamkan ke anak-anak dan orang terdekat kita?

Penulis :
Nanda Saputri, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • GBrozavetrov

    Мы предлагаем тебе стать сетевым предпринимателем ...

    View Article
  • atap anti panas

    Rumah yang ambruk biasanya terjadi karena kurang kekuatan pada pondasi atau dindingnya ...

    View Article
  • freelancer India

    without difficulty, the object is basically the main-course topic Within this registry ...

    View Article