Asal Tahu Aja, Ternyata Pejuang Depok Pernah kalahkan NICA

By Redaksi 17 Mar 2017, 22:25:27 WIB | dibaca: 362 pembaca 

Asal Tahu Aja, Ternyata Pejuang Depok Pernah kalahkan NICA

Tugu Batu Sawangan Depok

BOGORnews.com :::  "Disini tentara NICA (Belanda) pada bulan Nopember 1945 pernah dihancurkan oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat) para pemuda pejuang bersama rakyat wilayah Sawangan dalam Perang Kemerdekaan. Sawangan, 29 Desember 1979, ditandatangani Bupati Kdh Tkt II Bogor, H. Ayip Rugats".

Kalimat heroik itu terukir di atas Batu Hitam lonjong di depan jalan masuk perbatasan Kelurahan Sawangan Baru-Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Inilah kebanggaan seluruh warga Sawangan, yang ikut andil dalam mempertahankan hak (sekecil) apapun.

"(Penjajah) Belanda kami bikin kocar-kacir ketika mau menguasai lahan kami ini, tentu dengan taktik dan strategi perang kami yang sederhana," ungkap Ri'an bin Ri’in(80), salah satu saksi sejarah yang tersisa sewaktu ditemui di rumahnya RT 01/RW 07 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Jumat (17/03/2017)

Dijelaskannya, saat itu sekitar tahun 1949, ia dan warga Sawangan bersama TKR pimpinan Basyir beramai-ramai membuat jebakan bagi musuh dengan menggali tanah untuk dijadikan parit, yang kini dijadikan kali yang ditembus sampai Pesanggerahan diberi nama Kali Caringin berlokasi dekat Parung Bingung.

"Ketika sekutu terdiri dari balatentara Inggris diboncengi Belanda akan masuk wilayah Sawangan maka mobil perang yang diisi para serdadu Sekutu pun sebagian tersungkur masuk parit selanjutnya warga Sawangan dan TKR menyerbu. Alhasil, para penjajah asing itu sebagian kembali lagi ke Batavia dan mereka gagal menguasai kembali Sawangan," cerita Ri'an bin Ri’in dengan penuh smangat.

Kembalinya Belanda ke Sawangan, rupanya dilatarbelakangi asset kekayaan yang dikelola Von Baron asal Belanda. Wilayah (kecamatan) Sawangan yang dipenuhi kebun karet, saat itu, merupakan tempat mengolah hasil kebun karet (yang kini ditandai oleh Gentong Besar, dan telah dipakai sebagai lambang Perumahan Gentong Permai).

“Saya memang sempat menjadi kuli pengolahan karet di kebon milik Tuan Von Baron,” tutup Ri’an lagi yanh didampingi Asmit,39, anak ke-5 dari tujuh bersaudara di rumahnya. *(Hendri)‎








Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • newbie anyar

    Boleh minta bantuannya kak ? Masih baru dalam dunia bitcoin ini nih.bukan mau minta ...

    View Article
  • Software Accounting

    Nah, bagus nih,,, Bisa buat meminimalisir kecurangan para wajib pajak... dan tentunya ...

    View Article
  • Cetak Spanduk

    Waduuh,, menyalahi aturan tuh. Mana spanduk rokoknya dicetak dalam ukuran yang besar ...

    View Article


BOGOR WEBSITE