Anggota Kopassus Temukan Situs Purbakala di Ciampea Bogor

By Redaksi 20 Jun 2017, 16:27:35 WIB | dibaca: 6105 pembaca 

Anggota  Kopassus Temukan Situs Purbakala di Ciampea Bogor

Komka Darmawan dan Situs yang Ditemukannya

BOGORnews.com ::: Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa berupa keragaman budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada kita. Keragaman budaya di Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu, terbukti hingga kini sudah banyak temuan situs-situs purbakala yang sangat beragam sebagai bukti sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang begitu panjang.

Meskipun ditempat lain sudah banyak ditemukan situs bersejarah, namun berbeda dengan area Jawa Barat atau Tatar Sunda yang hingga kini dirasakan sangat minim sekali bukti-bukti sejarahnya, sehingga dikhawatirkan generasi mendatang akan kehilangan jejak sejarah dan budaya sendiri, akibatnya nanti mereka bisa lupa jati diri dan hilang identitas, serta  generasi kita nanti kurang peduli terhadap bangsa sendiri karena tidak ada rasa memiliki Indonesia lagi.

Hal tersebut diatas yang mendasari pemikiran Kopka Darmawan anggota Batalyon-14 Kopasaus RA Fadilla Grup 2 Batalyon 14 Kemang sehingga dia sangat peduli terhadap sejarah dan budaya bangsa. Darmawan terus berusaha mengumpulkan data dan mencari bukti-bukti sejarah khususnya diarea Tatar Sunda.

Di sela-sela waktu, Darmawan sering menjelajah hutan seorang diri diarea Gunung Kapur (Karst) Cibodas Ciampea Bogor untuk mencari artefak ataupun bukti-bukti sejarah yang konon menurut catatan sejarah bahwa area Karst ini merupakan pusat peradaban budaya pada jaman dahulu.

Hingga seminggu yang lalu tepatnya hari Minggu (11/06/2017) lalu, meskipun dalam kondisi bulan puasa, Darmawan masih menjelajah ditengah belantara Gunung Kapur Cibodas Ciampea dan disana menemukan sebuah situs tua disalah satu puncak gunung ditengah semak belukar, yang mana selama ini masyarakat cuma dengar namanya saja namun belum tahu dimana keberadaannya, warga setempat dulu menyebutnya 'Batu NangTung' (Batu Berdiri). Konon katanya ditempat tersebut merupakan tempat yang menjadi pusat kegiatan keagamaan.

"Menurut saya situs tersebut sangat tua, saya tidak tahu apakah dari zaman Salaka Nagara, Taruma Nagara ataukah Pajajaran karena dilihat dari bentuk batunya, sebagian batu tersebut bentuknya mirip batu yang terdapat di situs Gunung Padang, namun itupun perlu penelitian lagi" ujar  Darmawan.

Selain temuan situs tua tersebut, Darmawan juga menyampaikan tentang hasil penjelajahannya bahwa di area Karst tersebut menyimpan banyak sekali potensi yang luar biasa baik sejarah, wisata maupun alamnya. Dulu di Gunung tersebut terdapat banyak sekali artefak seperti arca, altar maupun simbol dari batu lainnya.
Menurut data dari beberapa komunitas yang pernah meneliti, dulu terdapat lebih dari 20 arca yang tersebar di area gunung tersebut. Namun arca tersebut sebagian sudah rusak, sebagian hilang dan sebagian dibawa ke museum Pasir Angin.

Selain sejarah, di area tersebut juga banyak menyimpan potensi alamnya seperti goa yang tersebar lebih dari 25 titik, mata air, flora, fauna serta ada juga potensi wisatanya. Namun sayang sekali, hingga saat ini gunung tersebut terus saja dirusak dan dihancurkan oleh perusahaan penambangan menggunakan alat berat, sehingga terancam bisa punah.

"Saya berharap supaya Pemerintah ataupun Dinas terkait  segera membentuk tim untuk meregistrasi semua situs disana, baik yang masih ada maupun yang sudah tidak ada, serta menelusuri jejak sejarahnya. Disamping itu saya juga berharap gunung tersebut bisa dijadikan area cagar budaya dan semua situs yang ada disana bisa dikembalikan lagi ketempat asalnya meskipun berupa replika, sebagai bahan edukasi buat generasi mendatang, serta situs juga merupakan bagian dari aset negara yang harus dilindungi." harap Kopka Darmawan.

"Menurut saya sejarah dan budaya itu merupakan bagian dari pertahanan bangsa, karena runtuhnya suatu bangsa itu bisa berawal dari hilangnya sejarah dan budayanya yang berdampak hilangnya rasa nasionalisme oleh warga negaranya, oleh karena itulah maka sejarah adalah sesuatu yang sangat penting yang harus dirawat, dijaga dan dilestarikan. Menjaga dan merawat sejarah dan budaya itu sama dengan menjaga dan merawat keutuhan NKRI" ujar Kopka Darmawan. *

Pengirim :
Ahmad Fahir
(Sekretaris Baraya Kujang Pajajaran)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • jual hair fiber

    benar sekali itu. jika harus berurusan dengan kesehatan ada baiknya selalu memanfaatkan ...

    View Article
  • Dr. louis

    Apakah Anda ingin menjual ginjal Anda? Apakah Anda mencari kesempatan untuk menjual ...

    View Article
  • hgh Supplements from Amazon

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article


BOGOR WEBSITE