122 Tahun Museum Zoologi Bogoriense

By Redaksi 09 Nov 2016, 10:20:31 WIB | dibaca: 481 pembaca 

122 Tahun Museum Zoologi Bogoriense

 Wali Kota Bima Arya Hadiri Ultah Museum Zoologi Bogorience
 
BOGOORnews.com ::: 122 Tahun Museum Zoologi Bogoriense BOGORnews.com- Museum Zoologi Bogoriense (MZB) yang merupakan museum fauna terbesar di Asia Tenggara, genap merayakan 122 tahun. Berdiri sejak 1894 dengan nama Landbouw Zoologish Laboratorium,  museum tersebut menyimpan fosil sebanyak 3.030.657 spesimen yang terdiri dari 3.007 moluska, 134 cacing nematoda, 15.804 serangga dan arthropoda, 70 krustasea, 1.300 ikan, 498 reptil, 334 amfibi, 1.200 burung dan 460 mamalia.

Diusianya yang menginjak 122 tahun, MZB sudah seyogyanya informasi dan dokumentasi fauna yang ada di dalam museum tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat, termasuk anak-anak dan pelajar.

"Ini penting agar masyarakat Indonesia memahami peran museum sebagai tempat konservasi sekaligus memberi pemahaman ke mereka supaya mengerti dan dapat hidup berdampingan dengan fauna tanpa merusak keseimbangan ekosistem alam," Direktur MZB Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hari Sutrisno usai Talkshow dan Napak Tilas bertajuk MZB Sebagai Warisan Budaya dan Ilmu Pengetahuan Hayati di Kota Bogor, Selasa (08/11/2016).

Fungsi MZB akan diperluas lagi. Tidak hanya sekedar sebagai tempat menampilkan keanekaragaman fauna di Indonesia saja. Tapi juga akan difungsikan menjadi salah satu media untuk memasyarakatkan hasil-hasil penelitian di bidang Zoologi, baik melalui interaksi langsung antara peneliti dengan pengunjung yang akan di laksanakan secara reguler ataupun melalui pameran dalam bentuk media poster maupun film yang berisi tentang hasil-hasil penelitian terbaru.

“Tapi tantangan saat ini adalah menumbuhkan minat masyarakat dan generasi muda pada informasi ilmiah yang ada di museum ini. Hal ini mengingat peranan MZB penting untuk kehidupan alam di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Witjaksono mengemukakan perubahan populasi dan keberadaan fauna yang ada di MZB. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi alam yang bergesekan dengan aktivitas manusia.

“Pemahaman sedini mungkin tentang kondisi fauna Indonesia sangat diperlukan oleh generasi muda saat ini agar kita dapat lebih peka dengan alam. Hal tersebut karena keanekaragaman fauna adalah bagian dari warisan budaya dan hayati kita,” terangnya.

Hadir dalam talkshow tersebut Walikota Bogor Bima Arya, budayawan Kota Bogor Kang Eman Sulaeman dan Guru Besar Emertus UI Soemardi Somadikarta.
Dihadapan peserta talk show Bima menjelaskan pembangunan pedestrian yang saat ini dilaksanakan memiliki sinergi dengan keberadaan museum yang ada di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB).

 ”Ke depan bagi warga yang ingin mengunjungi museum akan disediakan satu tiket terusan yang dapat digunakan untuk mengunjungi beberapa destinasi di seputaran KRB dan Istana. Ini sebagai langkah untuk mendorong museum menjadi destinasi wisata,” jelas Bima. Dimas Ferry







Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Cetak Spanduk

    Waduuh,, menyalahi aturan tuh. Mana spanduk rokoknya dicetak dalam ukuran yang besar ...

    View Article
  • Program Kasir

    Makin rusak aja nih pergaulan anak zaman sekarang. Harusnya ada program atau aturan ...

    View Article
  • Harga Speaker Terbaik

    Harga Speaker Terbaik ...

    View Article


BOGOR WEBSITE