Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

By Redaksi 10 Nov 2021, 20:35:38 WIB | dibaca: 125 Kesehatan

Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Media Digital Bogor

Bogornews.com:::Tenaga kesehatan (Nakes) adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya resiko besar terpapar langsung dengan virus COVID-19. 

Tidak sedikit Nakes yang berpulang di masa pandemi, demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Karena itu, layak jika dikatakan tenaga kesehatan sebagai pahlawan pandemi COVID-19. 

Perjuangan dan dedikasinya perlu diapresiasi.  Hal ini dikemukan Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan, Diono Susilo dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Rabu (10/11).

Dia menyatakan, pahlawan selama ini identik dengan militer, tapi ternyata Nakes juga menjadi pahlawan di masa pandemi.

“Pemerintah juga melihat para Nakes memberikan yang terbaik meski nyawa sendiri dalam ancaman,” tuturnya. 

Kepada para pahlawan ini, ujarnya, apresiasi diberikan pemerintah diantaranya berupa tanda kehormatan, peluang beasiswa maupun dukungan finansial seperti dalam bentuk santunan kematian bagi mereka yang gugur dalam bertugas pelayanan COVID-19, serta insentif.  

Pada awal masa pandemi, katanya, banyak Nakes yang gugur disebabkan faktor ketidaktahuan, di mana masyarakat sering kurang jujur terkait gejala yang dialami atau kontak eratnya. 

Akibatnya Nakes ikut terpapar. Selain itu juga faktor lokasi pekerjaan dan kelelahan.  Seiring waktu, situasi lebih terjaga sehingga Diono berharap dengan pembelajaran tersebut, risiko gugurnya Nakes karena bertugas dapat ditekan sekecil mungkin. 

"Meski pandemi telah melandai berkat kerja sama semua elemen, kami terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Prokes adalah kunci keselamatan kita semua. Kalau kita sehat, ekonomi juga sehat,” tandasnya. 

Upaya pemantauan juga masih tetap dilakukan di seluruh wilayah, sehingga dapat dilakukan tindakan apabila terjadi pergerakan kasus. Penegakan hukum, menurutnya, juga dapat dilakukan untuk menindak pelanggaran, agar masyarakat lebih berhati-hati. 

"Pandemi COVID-19 seharusnya membuat masyarakat lebih sadar bahwa kesehatan itu mutlak diperlukan. Dalam momentum ini, peran Posyandu dalam sosialisasi hidup sehat dinilai sangat bermanfaat, begitu pula peran Nakes di sektor layanan primer, sekunder, dan tersier untuk menyampaikan gerakan hidup sehat dan pola hidup sehat."

"Kita lakukan sosialisasi hidup sehat agar masyarakat selalu sadar bahwa sehat itu mahal harganya dan berdampak pada ekonomi, baik individu maupun negara,” ungkap Diono. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional, Harif Fadhillah menyatakan bahwa seharusnya dalam masa pandemi ini, semua pihak dapat saling merawat. Perawat memberikan perawatan kesehatan kepada masyarakat sesuai kompetensinya, sedangkan masyarakat juga merawat motivasi sehingga semua dapat bertahan melawan pandemi.

Ia menuturkan, pengalaman paling mendalam dalam tugas pelayanan COVID-19 adalah ketika harus merawat teman sejawat yang kritis hingga berhasil sembuh.

Menurutnya, dalam bertugas, kekuatan team work sangat membantu guna saling membangkitkan semangat. 

 “Kebersamaan itu digunakan sebagai motivasi, bahwa meski tugas sangat berat, tapi harus dilalui dengan keceriaan dan potensi masing-masing dalam upaya mempertahankan semangat,” ungkap Harif. 

Terkait bagaimana Nakes mambangun motivasi dan dedikasi merawat pasien, Harif menuturkan, “Tenaga kesehatan dididik dengan nilai yang sama, yaitu nilai altruistik yang ditanamkan sejak dini. Mementingkan orang lain daripada kepentingan kelompok/individu, bahkan keluarga sendiri.”  Dengan nilai tersebut, walaupun tidak mengenal pasien, Nakes punya kewajiban kemanusiaan merawat pasien dengan sungguh-sungguh, terutama pada saat pandemi yang sangat membutuhkan tenaga kesehatan.

Mengingat perjuangan dan ketulusan Nakes dalam melayani pasien, Harif berpesan kepada masyarakat, harus bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi yang belum diketahui kapan usai.

"Perilaku harus diubah supaya tetap punya kesadaran untuk hidup sehat, dimulai dari penerapan 3M, yang bila betul-betul diimplementasikan, dapat melindungi kita dari COVID-19. Situasi pandemi di tanah air memang telah membaik, ditandai dengan berkurangnya angka kasus di tanah air,"ujarnaya.

Hal tersebut juga terlihat di RSDC Wisma Atlet, Jakarta.  Relawan RSDC Wisma Atlet/ Ketua DPK PPNI Wisma Atlet, Yogaditya Riza Aswar menyebutkan, saat ini Wisma Atlet sudah tidak lagi padat, namun petugas tetap diminta selalu bersiap menghadapi setiap kemungkinan. 

Selain itu, kegiatan di Wisma Atlet juga masih aktif, di mana Nakes didukung untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kompetensi.  

Terkait pengalamannya bertugas di masa lonjakan kasus, Yoga menuturkan bahwa karena pasien tinggal dalam waktu lama, kadang perawat tidak hanya bertindak sebagai perawat kesehatan, melainkan juga harus dapat menjalankan layanan lain seperti mencukur rambut. 

"Pengalaman dengan Nakes yang jatuh saat bertugas lantaran dehidrasi, kelelahan, menghadapi banyak kematian, serta situasi saat seorang perawat harus mengurus 3-4 pasien di ICU, membuat kita mengakui bahwa apresiasi memang harus diberikan kepada para Nakes tersebut,"paparnya.

Relawan  juga  dapat  berperan  menyampaikan  pesan  pentingnya  prokes. “Dan  relawan  dapat berperan  sebagai  agen untuk mengingatkan kembali  kepada  masyarakat bahwa  COVID betul  ada,”  tuturnya. 

Dokter  sekaligus influencer ,  19, Clarin  Hayes  yang  juga  bertugas  di  Wisma  Atlet  pada  masa  awal pandemi  2020  mengaku  bersyukur belum  pernah dinyatakan terpapar  virus  tersebut.  Hal  in menurutnya,  juga  karena  didukung  upaya  proteksi  kesehatan  yang  optimal. 

“Prokes  sudah  pasti.  Pulang  ke  rumah  langsung  mandi,  baju  segera  dicuci,  jaga  nutrisi  seimbang, selalu  menyempatkan  olahraga,  minum  vitamin,  memperbanyak  asupan  buah,”  ujarnya. 

Kekuatiran  tertular  sudah  pasti  ada,  namun  ia  memilih  untuk  berpikir  positif  dan  meyakini bahwa  setiap  perbuatan  dan  niat  baik  pasti  akan  mendapatkan  perlindungan  dari  Tuhan.  

Ia menekankan  bahwa  Nakes  betul-betul  berjuang  ekstra  diantara  merawat  pasien  dan menjaga kesehatannya  sendiri.  Karena  itu,  ia  sangat menyayangkan  bila  ada  warga  yang  kurang  patuh  aturan serta  protokol  kesehatan. 

“Masyarakat  jangan  lalai,  walaupun  sudah  vaksin  dosis  kedua.  Hari  ini  adalah  Hari  Pahlawan  dan semua  orang  adalah  pahlawan  u ntuk  kehidupannya,  untuk  keluarga  dan  orang an  example (jadilah  teladan),  jaga  kesehatan,  lakukan  prokes,”  tegas  Clarin. (Df)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News