1 view

Ajakan Walikota Dan Wakil Walikota "Masa Depan Bogor di Tangan Orang Bogor"

Bima Arya sebagai Walikota baru dengan pasangannya Wakil Walikota,  Usmar Hariman menyadari, semua tantangan masalah akan sulit diatasi apabila tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak, oleh karena itu mereka terus mengajak berbagai elemen masyarakat Kota Bogor untuk terus bersama-sama memberikan kontribusi terbaiknya bagi proses perbaikan kota ini.

“Kota Bogor adalah milik semua, pembangunan untuk semua, pembangunan juga untuk masa depan kita semua,” kata Bima. “Saya bersama Wakil Walikota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor akan mengerahkan energi terbaik kami, semangat terbaik kami, dan komitmen terbaik kami untuk mengurai dan menyelesaikan semaksimal mungkin berbagai masalah di Kota Bogor,” lanjutnya. 
  • 1. Masa Depan Bogor di Tangan Orang Bogor

    Masa Depan Bogor di Tangan Orang Bogor


    Tanggal 3 Juni 2014, Kota Bogor memasuki usianya yang ke-532 tahun. Usia
    itu dihitung sejak Sri Baduga Maharaja menetapkan wilayah yang diapit
    Sungai Ciliwung dan Cisadane ini sebagai pusat Kerajaan Pakuan
    Pajajaran.



    Dari zaman ke zaman dan dari masa ke masa, masyarakat yang tinggal di
    patilasan Pajajaran ini telah menyaksikan dan telah merasakan perubahan
    demi perubahan yang menghantar Kota Bogor seperti pada keadaannya
    sekarang.



    Ada perubahan yang menggembirakan dan tidak sedikit perubahan yang
    mencemaskan. Diantara perubahan yang menggembirakan, adalah sekarang ini
    masyarakat sudah dapat merasakan sejumput sentuhan modernitas sebuah
    kota.



    Misalnya, siapapun sekarang dengan mudah bisa mendapatkan transportasi
    untuk wara wiri di dalam kota maupun untuk melangkah ke luar kota.
    Terakses dengan mudah ke Bandara Sukarno Hata untuk terbang ke berbagai
    daerah dan ke luar negeri.



    Juga mudah berkomunikasi menggunakan peralatan komunikasi modern,
    mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih bermutu, pelayanan kesehatan
    yang berstandar baik, pelayanan air bersih, pelayanan gas serta
    mendapatkan layanan perbankan di berbagai bank nasional, pelayanan hotel
    berstandar hotel berbintang dan lain sebagainya.



    Begitupun barang-barang kebutuhan pokok dari yang tradisional sampai
    modern, aneka jenis makanan dan pakaian serta kebutuhan sandang pangan
    lainnya, mulai yang bercitarasa lokal sampai dengan citarasa
    internasional. Semuanya mudah diperoleh sejauh terjangkau oleh kemampuan
    ekonomi masing-masing.



    Kondisi itulah yang membuat Kota Bogor kemudian menjadi salah satu titik
    tujuan orang-orang dari berbagai kota dan dan dari berbagai daerah
    serta dari berbagai negara untuk berwisata. Berkunjung sejenak, bahkan
    sampai memilih dan membeli rumah untuk menjadi tempat tinggal mereka.



    Ada kebanggaan bagi warga Kota Bogor ketika menyadari kenyataan bahwa
    mereka telah menjadi warga sebuah kota yang maju dan menuju kota yang
    memiliki standar-standar sebagai kota besar dan memiliki sentuhan
    kehidupan modern.



    Apalagi pada kenyataannya, kehidupan kita di Bogor relatif tenang dan
    tentram. Tidak terancam oleh bahaya bencana alam, tidak terintimidasi
    oleh aksi kekerasan apapun termasuk terorisme dan kriminalitas serta
    tidak terganggu hiruk pikuk kerusuhan, bentrokan antara warga dan
    ancaman keamanan lainnya.



    Tetapi pada saat yang sama, masyarakat juga harus menyaksikan perubahan
    demi perubahan yang mencemaskan. Sekarang penduduk Kota Bogor sudah
    berjumlah lebih dari 1 juta jiwa dan diperkirakan akan terus bertambah
    bila laju urbanisasi dan angka kelahiran terus meningkat. Kota menjadi
    semakin padat, karena mobilitas warga sangat tinggi, sehingga kita
    merasakan macet di jalanan serta merasakan antrian panjang membeli tiket
    kereta api bahkan antri untuk sekadar membeli tiket bioskop atau
    membeli jajanan.



    Di jalanan polusi udara meningkat, sementara di pemukiman pembuangan
    limbah rumah tangga  terus terjadi. Air sungai dan air sumur terancam
    pencemaran limbah rumah tangga dan industri kecil. Sementara itu
    lahan-lahan hijau, kebun, ladang  dan sawah sudah berubah peruntukannya
    dan sudah berganti wajah dengan bangunan perumahan, ruko, mall dan
    sebagainya.



    Secara keseluruhan daya dukung alam semakin melemah. Padahal Kota Bogor
    juga tak bisa menghindar dari proses pemanasan global, sehingga wajar
    jika warganya tidak bisa lagi merasakan kesejukan Bogor setiap hari dan
    melihat kabut menyelimuti kota setiap pagi dan sore hari.



    Pemukiman memang semakin padat, sampah rumah tangga pun cenderung terus
    bertambah dan semakin banyak dibutuhkan air bersih, ketersediaan
    listrik, ketersediaan gas dan bahan bakar minyak. Begitu pula dibutuhkan
    semakin banyak sekolah, semakin banyak puskesmas dan rumah sakit serta
    pasar dan semakin luas taman-taman tempat bermain selain ruas–ruas jalan
    baru untuk mengatasi kemacetan



    Lapangan kerja juga perlu diperluas, petugas kebersihan, petugas
    keamanan, guru, tenaga medis, tenaga spesialis juga harus terus
    ditambah. Semua itu konsekuensi logis yang harus dihadapi dari
    perkembangan Kota Bogor.



    Perubahan-perubahan tersebut mencemaskan, karena kalau tidak
    diantisipasi dan tidak ditangani, maka semua perubahan itu akan
    berakumulasi dan tumbuh serta berkembang menjadi problema sosial ekonomi
    yang berat, seperti yang dialami kota-kota besar di negara manapun.



    Ajakan Pemimpin Baru



    Bima Arya sebagai Walikota baru dengan pasangannya Wakil Walikota, 
    Usmar Hariman menyadari, semua tantangan masalah akan sulit diatasi
    apabila tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak, oleh karena itu
    mereka terus mengajak berbagai elemen masyarakat Kota Bogor untuk terus
    bersama-sama memberikan kontribusi terbaiknya bagi proses perbaikan kota
    ini.



    “Kota Bogor adalah milik semua, pembangunan untuk semua, pembangunan
    juga untuk masa depan kita semua,” kata Bima. “Saya bersama Wakil
    Walikota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor akan mengerahkan
    energi terbaik kami, semangat terbaik kami, dan komitmen terbaik kami
    untuk mengurai dan menyelesaikan semaksimal mungkin berbagai masalah di
    Kota Bogor,” lanjutnya.     



    Disadari, memang tidak mudah untuk mewujudkan kerjasama diantara semua
    pihak, karena selalu ada perbedaan pandangan dan sikap. Namun di mata
    Bima, melalui semangat kebersamaan, keberagaman tadi bisa menjadi faktor
    pendorong yang menentukan.



    Jadi, “Perbedaan adalah anugrah dan kebersamaan adalah keniscayaan,”
    katanya. “Jangan biarkan kita menjadi serpihan-serpihan potensi yang
    berserak tak terikat, tak menyatu dan tak terarah karena
    perbedaan-perbedaan  pendapat dan pandangan dalam menyikapi situasi dan
    kondisi Kota Bogor masa sekarang dan masa nanti,” lanjutnya.



    Bima mengajak warga masyarakat Kota Bogor menyatukan hati gabungkan
    diri, untuk menjadi kekuatan hakiki yang dibutuhkan agar dapat 
    mengatasi setiap hambatan dan memenuhi mimpi dari setiap warga Bogor
    untuk hidup di Kota yang nyaman, dengan insan-insan yang yang beriman,
    dan pemerintahan yang transparan. Bima mengingatkan, “Bogor adalah kota
    kita, masa depan kita dan itu semua ada di tangan kita.”



    Kini tinggal  warga Kota Bogor untuk menyambut ajakan pemimpin mereka.
    Melangkahlah bersama, bekerjalah bersama demi terwujudnya kehidupan yang
    lebih makmur dan sejahtera, tentram serta damai.  Dengan kebersamaan,
    setiap cita-cita dan harapan bisa terwujud. Kita bisa asal kita bertekad
    dan yakin bisa! Dirgahayu Kota Bogor (adv)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook