4 Langkah Kabupaten Pandeglang Jaga Produktivitas Padi Gogo

By Redaksi 08 Sep 2020, 10:50:27 WIB | dibaca: 126 Pemerintahan

4 Langkah Kabupaten Pandeglang Jaga Produktivitas Padi Gogo

Media Digital Bogor

BOGORnews.com ::: Pandeglang - Kabupaten Pandeglang memiliki potensi untuk menambah produksi padi dan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dengan pengembangan padi gogo. Dari 15,300 hektare potensi luas areal baru 14.018 hekatare yang dimanfaatkan untuk menanam padi gogo dengan produksi rata-rata 4-4,5 ton per hektare. 

“Capaian hasil 4 – 4,5 ton per hektar termasuk bagus mengingat produktivitas padi gogo rata – rata hanya 3 – 3,5 ton per hektar, “ ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardy, Senin (7/9).

Budi menambahkan padi gogo merupakan tanaman sela dimana perlakuan para petani kebanyakan dengan TOT/Tanpa Olah Tanah. Selain itu  ketersediaan varietas baru padi gogo juga terbatas. Varietas yang ada saat ini Situ Bagendit dinilai Budi sudah tidak tahan terhadap penyakit blast. 

Penyakit blast (Pyricularia oryzae) merupakan salah satu kendala dalam usaha meningkatkan produksi pada pertanaman padi gogo dan sekarang sudah menjadi kendala serius pada padi sawah. 

Lebih lanjut Budi menjelaskan jika olah tanah dan pemberian pupuk optimal, maka provitasnya bisa lebih meningkat apalagi ditambah dengan penggantian varietas menggunakan varietas baru, seperti Inpago 8, 9, 12.

Guna menjaga produksi, Dinas Pertanian Kabupaten Pandenglang melakukan empat langkah. Pertama, pihaknya terus melakukan sosialisasi pengendalian blas dengan para kelompok tani yang dipandu Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) setempat dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). 

Kedua, yakni mendorong luas tambah tanam (LTT) padi gogo, Distan telah melaksanakan beberapa kegiatan di antaranya program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) seluas 4.500 hektare dan bantuan benih padi gogo dengan luas 7.315 hektare di beberapa kecamatan. 

“Kecamatan–kecamatan yang potensial dikembangkan padi gogo di antaranya Kecamatan. Cimanggu, Cibitung, Cibaliung, Cigeulis, Cikeusik, Sindangresmi, Munjul, Sobang, Panimbang,“ sebutnya.

Ketiga, kata Budi dalam pengembangan padi gogo serta meningkatkan hasil, pihaknya mengoptimalkan peran penyuluh dalam pendampingan/pengawalan para petani di lapangan. Kemudian keempat atau terakhir menginventarisir lahan bera, belum dimanfaatkan, lahan bukaan baru baik di lahan pemerintah maupun lahan hutan rakyat serta mengkoordinasikan potensi lahan padi gogo di tiap kecamatan, baik desa, kecamatan, dan instansi induk (Distan).

Kementerian Pertanian terus mengupayakan berbagai langkah strategis dalam upaya peningkatan ketersediaan pangan. Upaya tersebut ditempuh dengan mempercepat musim tanam II, mengembangkan lahan rawa, dan perluasan tanam baru. Selain itu, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern pun dilakukan. 

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam menjaga ketahanan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Indonesia adalah negara dengan hamparan tanah yang luas, termasuk di antaranya lahan kering. Menurutnya, lahan ini dapat dimanfaatkan untuk menanam.

“Yuk kita tanam. Jangan ada sejengkal tanah, sejengkal waktu, untuk tidak menanam. Setiap saat setiap tempat harus tanam. Dengan cara ini Indonesia akan mampu menyiapkan pangan sendiri, bahkan surplus pangan. Kita negara tropis, air banyak, cahaya matahari sangat terang, kita bisa menanam,” serunya. (Regi/PPMKP)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News